Resume RE Pertemuan Ke-3

Resume RE 3

Azis Ramdhan Darojat

IK C2 2014

1405540

 

Ok, kali ini kita akan membahas bagaimana caranya mengukur Komponen Elektronika menggunakan Multimeter/ AVO(Ampere,Volt,dan Ohm) Meter.

Multimeter merupakan alat sistem kelistrikan yang

mempunyai multi fungsi yaitu untuk :

1) Mengukur arus atau Amper meter

2) Mengukur tegangan atau Volt meter

3) Mengukur tahanan atau Ohm meter

Multimeter itu sendiri ada dua jenis, dan yang membedakkan kedua jenis Multimeter ini adalah display/tampilan yang digunakan untuk menampilkan nilai yang

didapatkan berdasarkan pengukuran terhadap komponen elektronika, yakni multimeter Analog dan Digital. Dari namanya saja sudah dapat diketahui, bahwa multimeter

analog akan menunjukkan nilai dari hasil pengukuran berupa jarum yang akan menunjukkan kepada nilai yang tertera dalam multimeter analog sesuai dengan nilai hasil pengukuran, sedangkan multimeter digital akan menunjukkan nilai dari hasil pengukuran berupa angka yang langsung memperlihatkan nilai tersebut.

 

Adapun cara penggunaan Multimeter Analog adalah sbagai berikut :

1. Untuk mengukur Arus Listrik

Cara Menggunakan Multi meter Analog

Sebelum menggunakan Amper meter untuk mengukur arus listrik perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut:

a. Pastikan bahwa arus yang diukur lebih rendah dari skala ukur yang dipilih, beberapa multimeter mempunyai batas maksimal 500 mA atau 0,5 A.

b. Metode memasang amper meter pada rangkaian adalah secara seri, pengukuran secara parallel dapat menyebabkan multimeter terbakar.

c. Pastikan pemasangan colok ukur (test lead) tepat.

Sekala ukur amper meter pada multi meter sangat beragam, diantara 250 mA dan 20 A.

2. Untuk mengukur tegangan DC

Baterai merupakan salah satu sumber listrik tegangan DC. Besar tegangan DC yang mampu diukur adalah 0 – 500 Volt DC. Posisi pengukuran terdiri dari 2,5 V, 10 V, 25 V, 50 V dan 500 V.Sebelum menggunakan Volt meter untuk mengukur arus listrik perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut:

1. Pastikan bahwa tegangan yang diukur lebih rendah dari skala ukur yang dipilih, misal mengukur tegangan baterai 12V DC maka pilih skala 25V DC.

2. Metode memasang Volt meter pada rangkaian adalah secara paralel, pengukuran secara seri dapat menyebabkan multimeter terbakar.

3. Pastikan pemasangan colok ukur (test lead) tepat.

Langkah mengukur tegangan baterai pada rangkaian

1. Putar selector ukur kearah 25 V DC.

2. Pasang alat volt meter secara paralel, yaitu colok ukur merah (+) ke positip baterai dan

colok ukur hitam (negatip) ke arah negatip baterai.

3. Baca hasil pengukuran pada angka maksimal 25.

3. Untuk mengukur tegangan AC

Multi meter mampu mengukur tegangan AC sebesar 0 – 1000 Volt. Posisi pengukuran terdiri dari 10 V, 25 V, 250 V dan 1000 V. Sebelum menggunakan Volt meter untuk mengukur arus listrik perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut:

1. Pastikan bahwa tegangan yang diukur lebih rendah dari skala ukur yang dipilih, misal mengukur tegangan listrik sebesar 220 V maka pilih skala 250V AC.

2. Metode memasang Volt meter pada rangkaian adalah secara paralel, pengukuran secara seri dapat menyebabkan multimeter terbakar

3. Pemasangan colok ukur (test lead) dapat dibolak-balik.

Langkah mengukur tegangan listrik yaitu:

1. Putar selector ukur kearah 250 V AC

2. Pasang alat volt meter secara paralel, yaitu memasukkan colok ukur merah (+) dan colok ukur hitam (-) pada lubang sumber listrik.

3. Baca hasil pengukuran pada angka maksimal 25, kalikan hasil pengukuran dengan 10.

4. Untuk mengukur Hambatan

Sebelum menggunakan Ohm meter untuk mengukur tahanan perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut:

1. Pastikan bahwa tahanan yang diukur dalam rentang pengukuran efektif tahanan yang diukur, misal mengukur tahanan 220 Ωmaka pilih skala1 X, tahanan 800 Ωmenggunakan 10 X, tahanan 8 K Ωmenggunakan 1 x 1K.

2. Kalibrasi alat ukur sebelum digunakan, dengan cara menghubungkan singkat colok ukur, dan mengatur jarum pada posisi 0 (nol).

3. Pengukuran tidak boleh pada rangkian uyang dialiri listrik, jadi matikan sumber dan lepas komponen saat melakukan pengukuran.

Langkah mengukur tahanan

1. Putar selector ukur kearah 1X Ω.

2. Kalibrasi alat ukur dengan cara menghubungkan singkat colok ukur, dan mengatur jarum pada posisi 0 (nol) dengan memutar Ohm calibration.

3. Hubungkan colok ukur ke tahanan yang diukur.

4. Baca hasil pengukuran.

Cara menggunakan multimeter digital

Multi meter digital pada saat ini lebih banyak digunakan karena hasil lebih akurat dan pembcaan lebih mudah. Pada multi meter digital terdapat sekala ukur dengan tulisan M (Mega), K (Kilo), m (milli), U (mikro). Cara menggunakan multimeter digital sama dengan multi meter analog, karena yang membedakkan keduanya adalah hanya pada displaynya saja.

sumber lain : http://pecintalistrik.blogspot.com/2013/09/cara-menggunakan-multimeter-multimeter.html

Resume Praktikum Pertemuan 2

Rangkaian Listrik

Jalur yang mungkin dilalui oleh arus listrik terbagi 2 :

1. Rangkaian Tertutup

2. Rangkaian Terbuka

RANGKAIAN LISTRIK

Rangkaian terbuka (kiri)  adalah rangkaian yang pada lintasan nya paling tidak memiliki satu titik yang terputus yang membuat arus tidak mengalir (lampu tidak menyala), sedangkan  Rangkaian tertutup (kanan) adalah rangkaian yang pada lintasannya tidak ada titik yang terputus yang menyebabkan arus mengalir dengan baik dan membuat lampu menyala.

Adapaun simbol-simbol pada rangkaian adalah sbb:

RANGKAIAN LISTRIK_1

Jenis Rangkaian :

1. Seri

2. Pararel

3. Seri Pararel (Gabungan Rangkaian Seri dan Pararel)

Rangkaian seri adalah rangkaian yang hanya memiliki satu titik lintasan arus, sedangkan Rangkaian pararel adalah rangkaian yang memiliki lebih dari satu titik lintasan arus.

Cara menghitung nilai hambatan pada rangkaian seri dan pararel :

Pada rangkaian seri :

Untuk menghitung nilai hambatan pada rangkaian seri digunakan rumus :

V = I R total

R total = R1 + R2 +R3 … +Rn

Sedangkan pada rangkaian pararel :

V = I R total

R total = 1/R1  + 1/R2 + 1/R3 … + 1/Rn

Adapun pada rangkaian Gabungan, tidak ada perhitungan yang berbeda. Tips nya hambatan yang dirangkai seri dihitung paling pertama.

 

Resume Praktikum Pertemuan 1

Komponen Elektronika Dasar

Komponen Elektronika berdasarkan sistem dan cara kerjanya diklasifikasikan menjadi 2, yakni :

1. Komponen Aktif

2.  Komponen Pasif

Komponen Aktif adalah komponen yang hanya dapat beroperasi ketiak dialiri arus listrik, sedangkan komponen pasif adalah komponen yang tidak hanya dapat bekerja ketika ada arus listrik, akan tetapi ketika tidak ada arus atau tegangan listrikpun komponen pasif dapat beroperasi dengan baik.

Adapun komponen yang termasuk komponen Aktif adalah :

1. Transistor

Transistors

Fungsi :

Sebagai sebuah penguat (amplifier)
Sirkuit pemutus dan penyambung (switching)
Stabilisasi tegangan (stabilisator)
Sebagai perata arus
Menahan sebagian arus
Menguatkan arus
Membangkitkan frekuensi rendah maupun tinggi
Modulasi sinyal dan berbagai fungsi lainnya.

2. Dioda

Beberapa-Simbol-Dioda

Fungsi :

penyearah setengah gelombang (Half-Wave Rectifier)
penyearah gelombang penuh (Full-Wave Rectifier)
rangkaian pemotong (Clipper)
rangkaian penjepit (Clamper)
pengganda tegangan (Voltage Multiplier).

Dan komponen yang termasuk kedalam komponen pasif adalah :

1. Resistor

url

komponen ini berfungsi untuk membatasi atau menghambat arus listrik. Karena tidak dapat menguatkan sinyal maka resistor termasuk komponen pasif.

Cara menghitung nilai resistor :

resistor-color-code-all

Jumlahkan nilai dari masing-masing pita,

Pita ke-1 bernilai puluhan

Pita ke-2 bernilai satuan

Pita ke-3 bernilai pangkat dari 10

Pita ke-4/Terakhir sebagai Toleransi (+-)

2. Kapasitor

Jenis-Jenis-KapasitorJenis-Jenis-Kapasitor

Kapasitor merupakan komponen elektronika yang berfungsi untuk menyimpan medan listrik, dapat juga berfungsi untuk memblokir arus DC dan meneruskan arus AC.

3. Induktor

Inductor

Induktor termasuk komponen elektronika yang bisa menyimpan muatan listrik.